BAB 10 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN HUBUNGAN PERBURUHAN

Nama     : Muhammad Al Insan Assalamfida

kelas      : Manajemen 5/A4

NIM      : 222010200223

Dosen Pengampu     : Tofan Tri Nugroho, S.E.,M.M


Dasar - Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah serangkaian kegiatan organisasi yang ditujukan untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif. 

Pentingnya Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia

  • Sumber Daya Manusia (SDM) adalah orang-orang yang menjadi bagian dari tenaga kerja suatu organisasi. Sumber daya manusia sangat penting untuk fungsi organisasi yang efektif.
  • Sumber Daya Manusia mencerminkan investasi organisasi dalam menarik, mempertahankan, dan memotivasi yang efektif tenaga kerja.
  • Manajemen Bakat berpandangan bahwa orang-orang dalam suatu organisasi mewakili portofolio talenta berharga yang bisa dikelola dan dimanfaatkan secara efektif cara terbaik yang ditargetkan untuk organisasi kesuksesan.

Konteks Hukum Manajemen Sumber Daya Manusia

Sejumlah undang-undang mengatur berbagai aspek hubungan karyawan-majikan, terutama dalam bidang kesempatan kerja yang setara, kompensasi dan tunjangan, hubungan ketenagakerjaan, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Kesempatan Kerja yang Setara:

  1. Judul VII Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964
  2.  Undang-Undang Diskriminasi Usia dalam Ketenagakerjaan
  3.  Perintah Eksekutif 11246 tahun 1965
  4.  Undang-Undang Diskriminasi Kehamilan
  5.  Undang-Undang Bantuan Penyesuaian Diri bagi Veteran Era Vietnam
  6.  Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika
  7.  Undang-Undang Hak Sipil tahun 1991 

Penempatan Staf Organisasi

Perekrutan dilakukan setelah kebutuhan karyawan baru ditentukan dan konteks hukum dipahami. Ini melibatkan dua proses:

  1.  Merekrut karyawan baru dari luar perusahaan.
  2.  Mempromosikan karyawan internal.

Cara Organisasi Merekrut dan Memilih Karyawan baru:

  1. Merekrut Karyawan : Perekrutan adalah proses menarik orang-orang yang memenuhi syarat untuk melamar pekerjaan yang ingin diisi oleh suatu organisasi.
  2. Memilih Karyawan : Setelah proses perekrutan berhasil menarik sekelompok pelamar, langkah selanjutnya adalah memilih siapa yang akan dipekerjakan. Tujuan dari proses seleksi adalah untuk mengumpulkan informasi dari pelamar yang akan memprediksi keberhasilan pekerjaan dan kemudian mempekerjakan kandidat yang kemungkinan besar akan berhasil.

Kompensasi dan Manfaat

Sistem Kompensasi adalah Paket lengkap penghargaan yang diberikan organisasi kepada individu sebagai imbalan atas kerja keras mereka.

  1. Upah dan Gaji
  2. Program Insentif
  3. Program Manfaat
  4. Rencana Pensiun

Mengembangkan Tenaga Kerja

  • Pelatihan dan Pengembangan : Pelatihan biasanya mengacu pada pengajaran kepada karyawan operasional atau teknis bagaimana melakukan pekerjaan yang mereka pekerjakan. Pengembangan biasanya mengacu pada pengajaran manajer dan profesional keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan saat ini dan masa depan.
  • Penilaian Kinerja : Penilaian Kinerja merupakan evaluasi kinerja pekerjaan seorang karyawan untuk menentukan sejauh mana karyawan tersebut bekerja secara efektif.

Tantangan Baru dalam Perubahan Tempat Kerja

  1. Mengelola Keberagaman Tenaga Kerja: Keberagaman Tenaga Kerja adalah berbagai sikap, nilai, keyakinan, dan perilaku pekerja yang berbeda berdasarkan jenis kelamin, ras, usia, etnis, kemampuan fisik, dan karakteristik relevan lainnya.
  2. Mengelola Pekerja Pengetahuan: Pekerja Pengetahuan adalah karyawan yang berharga karena pengetahuan yang mereka miliki.
  3. Pekerja Kontingen dan Sementara: Pekerja Kontingen adalah karyawan yang dipekerjakan berdasarkan sesuatu selain pekerjaan penuh waktu untuk melengkapi tenaga kerja tetap suatu organisasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 13 DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

BAB 11 MARKETING PROCESSES AND CONSUMER BEHAVIOR

BAB 8 PERILAKU DAN MOTIVASI KARYAWAN