BAB 7 PROPOSAL KONSULTASI

Nama     : Muhammad Al Insan Assalamfida

kelas      : Manajemen 5/A4

NIM      : 222010200223

Dosen Pengampu     : Tofan Tri Nugroho, S.E.,M.M 


Manajemen Operasi

        Manajemen operasi adalah arahan dan pengendalian sistematis atas aktivitas yang mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa jadi yang menciptakan nilai dan memberikan manfaat bagi pelanggan. Melalui proses operasinya menggunakan sumber daya yang meliputi pengetahuan, material fisik, informasi, peralatan, pelanggan, dan keterampilan manusia perusahaan memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri dan bagi pelanggan mereka.

        Produksi atau operasi menambah nilai pelanggan dengan menyediakan kegunaan kemampuan suatu produk untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan dalam hal bentuk, waktu, dan tempat:

  1. Formulir.
  2. Utilitas waktu.
  3. Tempat utilitas. 

Strategi Bisnis sebagai Penggerak Operasional

        Terdapat beberapa perbedaan yang jelas antara operasi jasa dan operasi  manufaktur. Empat aspek operasi jasa dapat membuat produksi jasa menjadi lebih rumit daripada produksi barang sederhana:

  1. Interaksi dengan pelanggan.
  2. Sifat jasa yang tidak berwujud dan tidak dapat disimpan.
  3. Kehadiran pelanggan dalam proses.
  4. Pertimbangan kualitas jasa. 

Penjadwalan Operasional

     Aspek operasi ini, yang disebut penjadwalan operasi, mengidentifikasi waktu ketika aktivitas tertentu akan terjadi. Pada bagian ini kita mempertimbangkan empat jenis jadwal umum:

  1. Jadwal induk : adalah “rencana permainan” untuk memutuskan volume kegiatan yang akan datang pada bulan-bulan mendatang.
  2. Jadwal terperinci : menunjukkan kegiatan sehari-hari yang akan terjadi dalam produksi.
  3. Jadwal staf : mengidentifikasi siapa dan berapa banyak karyawan yang akan bekerja, dan kapan.
  4. Jadwal proyek : menyediakan koordinasi untuk menyelesaikan proyek skala besar.

Kontrol Operasional

        Aktivitas Manajemen Material untuk Barang Fisik:

  1. Pemilihan pemasok
  2. Pembelian
  3. Angkutan
  4. Pergudangan
  5. Kontrol inventaris

Manajemen Rantai Pasokan (SCM)

        Pada rantai secara keseluruhan untuk meningkatkan aliran keseluruhan melalui sistem yang terdiri dari perusahaan yang bekerja sama. Karena pelanggan pada akhirnya mendapatkan nilai yang lebih baik, manajemen rantai pasokan memperoleh keunggulan kompetitif bagi masing-masing anggota rantai.

Rekayasa Ulang Rantai Pasokan untuk Hasil yang Lebih Baik

    Proses peningkatan dan rekayasa ulang sering kali diterapkan dalam rantai pasokan untuk menurunkan biaya, mempercepat layanan, dan mengoordinasikan aliran informasi dan material. Karena aliran informasi akurat yang lebih lancar di sepanjang rantai mengurangi inventaris dan transportasi yang tidak diinginkan, menghindari penundaan, dan memangkas waktu pasokan, material bergerak lebih cepat ke pelanggan bisnis dan konsumen individu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 13 DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK

BAB 11 MARKETING PROCESSES AND CONSUMER BEHAVIOR

BAB 8 PERILAKU DAN MOTIVASI KARYAWAN